Kamis, 14 Mei 2015

Peluang Bisnis E-Commerce di Indonesia


Potensi dan peluang usaha / bisnis di Indonesia yang dapat dikembangkan melalui e-commerce


Seiring dengan meningkatnya pengguna internet dan juga pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini, perkembangan bisnis di Indonesian juga ternyata mengalami kenaikan yang cukup pesat, terutama pertumbuhan bisnis onlinenya. Tidak hanya pada bisnis teknologi informasi (IT) dimana media informasi yang dulunya melalui koran konvensional, sekarang menjadi koran online seperti ; Tempo.co, Detik.com, TribunNews.com, Republika.co.id, Kompas.com, dan masih banyak lainnya, tetapi juga pada bisnis online (e-commerce) dan juga bisnis offline yang go online. Kita pasti sudah sering melihat bisnis offline yang kemudian dipasarkan secara online untuk meningkatkan penjualan ataupun untuk mebuat brand lebih terkenal. Salah satu bisnis offline go online yang sangat menarik perhatian saya adalah usaha jasa secara online oleh NARACA Management bergerak pada bidang computer dan visual, seperti photografi dan vidiografi. Kita bias melihat hasil karta mereka melalui blog resmi, fans page, facebook, dan juga melalui black berry masangger. Singkatnya pluang bisnis online saat iini terbuka sangat lebar dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin berbisnis.
Bisnis online itu tentunya bisnis yang dijalankan melalui media internet. Setiap orang yang memiliki koneksi internet dan juga memiliki produk yang dijual secara online bisa menjalankan bisnis online. Target marketingnya pun tidak terbatas, karena kita bisa menjual produk kemana saja dan lokal maupun nasional, NARACA Management yang menawarkan jasa seperti photografi, vidiografi, editing, digital video, make up rias pengantin, dekorasi, sovenir, aksesoris computer, dan sebagainya melalui internet, dia bisa menjangkau calon pembeli secara online dan memungkinkan untuk mendapatkan keuntunan yang lebih besar.

Efektifitas Bisnis Menggunakan E-Commerce


Efektifitas Bisnis Menggunakan E – Commerce

Dilihat dari Manfaatnya
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat antara lain:
  • Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri
  • Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama.
  • Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan e-commerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998.
  • Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.
  • Dengan menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar harga atau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan dan terinformasikan secara cepat melalui website.
  • E-commerce membantu dalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran, mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan diri tentang usaha yang dijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan perusahaan jasa.
  • E-commerce dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara off-line. Seringkali pelanggan membayar lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan membelinya secara off-line.
  • Keputusan dalam berbelanja
  • Produk yang diinginkan
  • Hemat Pengeluaran
  •  Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat 
  •  Meningkatkan Kinerja

Dilihat dari Dampaknya
Dampak E-commerceTerhadap Dunia bisnis
Dalam kategori pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran, diantaranya:
  • Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet.
  • Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia.
  • Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengirima informasi dan produk terdigitalisasi (contoh perangkat lunak dan musik)
  • Menekan waktu siklus dan tugas–tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pemesanan hingga pengiriman produk.
  • Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.
  • Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti kosmetik, mobil, rumah, komputer, kartu ucapan, dan berbagai macam produk lainnya.
  • Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass advertising.
  • Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pemesanan, karena sistem pemesanan elektronik memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
  • Menghadirkan pasar maya / virtual (markespace) sebagai komplemen pasa tradisional (marketplace). 

Jenis dan Tipe E-Commerce


Jenis E-COMMERCE :
1.            Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).
2.            Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3.            Consumer-to-Business (C2B)
Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi - organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4.            Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
5.            Intrabusiness (Intraorganizational) Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan e-commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya.Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6.            Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi e-commerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7.            Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.

Tipe - tipe E-COMMERCE :
1.     B2C (Business to Consumer)
Penjual sebagai organisasi dan pembelinya adalah para individu. B2C ini juga dikenal dengan nama e-tailing.
Contoh :
-          Barnesanddnoble.com. Gramedia online dan bukabuku.com yang menjual buku , software dan mendownload lagu (music to individual consumers)
-                Reservasi tiket melalui Lion Air pada www.lion-air.co.id dan lain-lain
-                Bhineka.com
2.     B2B (Business to Business)
Baik pembeli atau enjual merupakan organisasi bisnis.Volume kegiatan EC terbanyak ada pada jenis ini.
Contoh :
-                Transaksi antar perusahaan melali "Corporate Internet Banking".
-                Globalmarket.com adalah sebuah perusahaa perdagangan internasional pemasaran.
3.     C2C (Consumer to Consumer)
C2C adalah model e-commerce yang menjammur di Indonesia saat ini.Contoh dari C2C adalah iklan bisnis dan toko-toko buku online dadakan.
Contoh :
-                Bidhera.com, adalah merupakan situs lelang online dunia.
-                Munyle.com, merupakan salah satu website di Indonesia yang menjual beraneka macam produk kebutuhan dari A-Z.
4.     B2E (Business to Employee)
B2E dimana perusahaan menyediakan barang dan jasa kepada karyawanya sendiri.
Contohnya :
-           Perusahaan software untuk meng-update pemberian pinjaman kepada karyawannya sehingga data mengenai jumlah pinjaman, jatuh tempo pembayaran dan saldo dapat diketahui secara online.


Sejarah E-Commerce


Sejarah E-Commerce Di Amerika

    Sejarah perkembangan e-commerce di dunia di mulai dari kemunculan internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah e-commerce. Internet mulai lahir pada tahun 1969 kelompok peneliti Amerika berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan Universitas California di Santa Barbara. Mereka menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPAnet – ARPA merupakan singkatan dari Advanced Research Project Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun kemudian, lebih dari lima puluh universitas telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubungkan satu dengan yang lain interconnected, inilah awal mula dipakai istilah “Internet”. Istilah perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik. Berkembang melalui aktivitas yang mempunyai istilah “perdagangan web” melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui World Wide Web melalui sebuah server yang dianggap aman (HTTPS). WEB mulai dikenal masyarakat luas pada tahun 1994, jurnalis banyak beranggapan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sector ekonomi yang nantinya akan berkembang dengan pesat. Baru kurang lebih empat tahun protocol HTTPS memasuki tahap matang dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat luas. Antara tahun 1998 dan tahun 2000 banyak pebisnis dari Negara AS dan Eropa mengembangkan situs web perdangan ini.
     Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga e-commerce pun menjadi identik dalam menjalankan bisnis di internet. Dengan menggunakan teknologi informasi, e-commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis.Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. e-commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan yang konsisten.


Sejarah E-Commerce Di Indonesia
 
      Di Indonesia, sistem e-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu e-commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop.Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online. e-commerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan.
      Perkembangan e-commerce di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net sebagai perintis transaksi online.Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online / merchant. Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu. Kita lihat saja sekarang banyak situs web seperti amazon.com, ebay.com yang juga merupakan beberapa contoh situs web yang menggunakan teknologi e-commerce. Indonesia sendiri tidak ketinggalan dalam kegiatan bisnis e-commerce, saya mencatat dua website yaitu kaskus.us serta tokobagus.com yang menjadi situs kegiatan bisnis e-commerce dengan pengakses dengan jumlah yang cukup besar.
Di era modern yang mengedepankan kemudahan, transaksi melaui e-commerce telah menjadi sebuah solusi dalam memecahkan masalah. Kita hanya tinggal mengakses internet di rumah dan kita dapat mencari informasi mengenai produk atau jasa yang kita inginkan sekaligus langsung membelinya dengan faslitas pembayaran yang telah disediakan oleh bank.
Namun demikian ecommerce memiliki `kelemahan dari berbisnis secara online yaitu sulit untuk membangun kepercayaan. Hal ini masih menjadi suatu hal yang menyebabkan bisnis secara online masih dilanda rasa waspada karena penipuan banyak terjadi dalam berbisnis secara online.Oleh karena itu penting bagi calon konsumen untuk tidak mudah percaya pada produk dengan harga-harga yang dirasa terlalu murah. Ada baiknya konsumen dapat melakukan pencegahan dengan mencatat data-data pribadi sang penjual.
Mengutip pernyataan Oliver Hua selaku Chief Operating Officer eBay China, Southeast Asia & Jepang, setidaknya ada beberapa faktor pendukung mengapa e-commerce memiliki potensi sangat tinggi di Indonesia.
1. Indonesia memiliki pengguna media sosial yang kuat. Hal ini bisa menjadi faktor pendukung perkembangan e-commerce di mana komunitas media sosial bisa menjadi sarana berbagi informasi.
2.  Penetrasi perangkat mobile khususnya ponsel sangat tinggi di Indonesia. Jual beli online via ponsel dengan memakai aplikasi mobile e-commerce pun mungkin akan
3.   E-Commerce di Indonesia relatif masih dalam tahap baru lahir. Saat ini, tren e-commerce di sini mulai banyak diminati. Hal ini tampak dengan kehadiran berbagai website e-commerce lokal maupun mancanegara yang beroperasi di Indonesia. Masyarakat sendiri mulai banyak yang melakukan transaksi jual beli via dunia maya.